Kilas Balik Piala Dunia 2002 Korea dan Jepang

Kilas Balik Piala Dunia 2002 Korea dan Jepang

Piala Dunia edisi ketujuhbelas diselenggarakan di 31 Mei hingga 30 Juni 2002 di Korea Sebelah selatan & Jepang. Edisi ini identik dengan inovasi. Ini merupakan Piala Dunia pertama-tama yang diselenggarakan di benua Asia (edisi-edisi yang lalu di benua Eropa ataupun Amerika). Seperti ulasan di beberapa media prediksi, ini merupakan Piala Dunia pertama-tama dengan lebih dari 1 negeri menjadi host bersama2. Tuk pertama-tama kalinya juga terdapat 3 negeri yang segera lolos otomatis menuju ke babak pertama, yaitu jawara bertahan Prancis dan co-host Korea & Jepang. Ini merupakan Piala Dunia pertama-tama di mana semua team dibela 23 punggawa, meningkat dari yang tadinya 22. dari 23 punggawa disetiap tim tersebut, 3 di antaranya mesti kiper. Di bagian lainnya, ini adalah Piala Dunia terakhir dengan golden goal. Ini jua tercatat menjadi Piala Dunia terakhir di mana jawara bertahan (jawara edisi yang lalu) otomatis menembus kebabak pertama tanpa mesti via fase kualifikasi.

KEJUTAN-KEJUTAN – KEJUTAN-KEJUTAN – Tidak sedikit kejutan yang tercipta. Ini malah dimulai semenjak pertandingan pembuka antara jawara bertahan Prancis vs team debutan Senegal. Prancis tumbang 0-1 oleh skor tunggal Pape Bouba Diop. Prancis tidak dapat come back, & lalu finis menjadi juru kunci Grup A. Di Grup D, team andalan Portugal jua mengalami kekecewaan. Mereka tumbang berkompetisi dengan Amerika Serikat & host Korea Sebelah selatan. Di Grup F, Argentina menderita takdir sama, tertendang di fase awal setelah tumbang berkompetisi dengan Inggris & Swedia. Kejutan lainnya merupakan lolosnya Jepang & Korea Sebelah selatan menuju babak knockout. Tapi Jepang Lalu dihentikan Turki di fase 16 besar. Sementara itu, Korea makin lolos menuju perempat-final dan jadi team Asia pertama-tama sepanjang histori yang menembus semi-final, dengan Italia & Spanyol menjadi ‘tumbalnya’.

KONTROVERSI – Piala Dunia ini pernah dikecam & dikritik oleh sejumlah orang. Pencetus utamanya merupakan kepemimpinan pengadil lapangan, dengan Korea Sebelah selatan menjadi sumber kontroversinya. Fase 16 besar, Korea dihadapkan dengan Italia di Daejeon. Sehabis pertandingan yang dimenangi Korea 2-1 melalui golden goal Ahn Jung-Hwan ini, sorotan tertuju pada pengadil lapangan Byron Moreno. Karena, pengadil lapangan yang berasal dari Ekuador ini dipandang begitu berpihak kepada host dengan keputusan-keputusan kontroversialnya. Penalti meragukan yang Lalu masih dapat di blok Gianluigi Buffon merupakan satu diantaranya. Contoh lain ialah mengusir Francesco Totti dengan kartu kuning ke-2 tuk vonis diving, padahal Moreno berada 35 meter jauhnya. Team besutan Guus Hiddink Lalu melawan Spanyol di perempat-final. Pertandingan di Gwangju ini jua diwarnai sejumlah kontroversi. Yang pertama merupakan dianulirnya skor Ruben Baraja & Fernando Morientes oleh pengadil lapangan Gamal Al-Ghandour yang berasal dari Mesir. Pertandingan berkesudahan 0-0 hingga extra time, & Korea memenangkan adu penalti 5-3. Korea lalu dikandaskan Jerman di semi-final. Statistik website livescore Liga Inggris ini, mereka tumbang 0-1 oleh skor tunggal Michael Ballack. Di perburuan tempat ke-3, Korea ditekuk Turki 2-3. Skor pembuka Turki Dilesakkan oleh kapten Hakan Sukur cuma 11 detik (10, 8 detik) dari kick-off. Skor di Daegu ini malah tercatat menjadi skor paling cepat sepanjang histori Piala Dunia.

KEDIGDAYAAN BRASIL – Brasil memenangkan seluruh laga mereka, dari babak grup – fase final. Cibela sederet superstar kayak Roberto Carlos, kapten Cafu jua kandidat superstar seperti Kaka dan Ronaldinho, jua pasangan tajam Rivaldo & Ronaldo, armada Selecao garapan Luiz Felipe Scolari jadi yang terbeken di dunia dengan keunggulan sempurna. Salahsatu pertandingan ikoniknya merupakan vs Inggris di perempat-final. Brasil meraih kemenangan 2-1. Di sini, Ronaldinho menyita atensi dengan skor free kick impresif dari jarak kira-kira 32 meter ke gawang Inggris yang dijaga David Seaman. Tapi puncak kedigdayaan mereka pastinya keunggulan 2-0 atas Jerman didalam laga terakhir di Yokohama. Ronaldo memborong 2 skor menuju gawang Oliver Kahn. Ronaldo menyabet title top scorer dengan cacatan 8 golnya. Ronaldo berjasa besar mengantar Brasil jadi negeri pertama-tama yang dapat memperoleh 5 title jawara dunia. Il Fenomeno lalu dapat menghapus mimpi buruk dari final tahun 1998.

Robby Tumewu

Leave a Reply